NIHMEDAN.COM– Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan, Dr. Saronisa Ginting, melayani ibadah bagi jemaat lanjut usia (lansia) Oikumene yang berlangsung di Aula Prambanan, Selasa (4/8/2026). Ibadah yang dihadiri sekitar 250 hingga 300 jemaat tersebut menjadi sarana pembinaan rohani sekaligus penguatan iman bagi para lansia. Suasana ibadah berlangsung dengan penuh sukacita, khidmat, dan diwarnai semangat kebersamaan di antara seluruh peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Saronisa Ginting menyampaikan khotbah yang diambil dari Yohanes 12:24. Melalui firman Tuhan tersebut, jemaat diajak memahami makna pengorbanan, kesetiaan, dan kehidupan yang menghasilkan buah bagi sesama. Pesan yang disampaikan diharapkan menjadi penguatan bagi para lansia untuk tetap setia dalam iman dan terus menjadi teladan di tengah keluarga maupun lingkungan.
Saronisa Ginting menegaskan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk hidup memberi dampak melalui kasih dan pengabdian kepada Tuhan. Menurutnya, usia lanjut bukan menjadi penghalang untuk terus bertumbuh dalam iman dan melayani sesama sesuai kemampuan masing-masing. “Firman Tuhan dalam Yohanes 12:24 mengajarkan bahwa kehidupan yang diserahkan kepada Tuhan akan menghasilkan buah yang membawa berkat bagi banyak orang. Karena itu, mari tetap setia, bersyukur, dan menjadi terang di mana pun kita berada,” ujar Saronisa Ginting.
Ibadah berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diikuti secara antusias oleh seluruh jemaat lansia. Kehadiran ratusan peserta menunjukkan semangat mereka untuk terus bertumbuh secara rohani melalui kegiatan pembinaan yang difasilitasi oleh Kementerian Agama Kota Medan. Momentum tersebut juga menjadi ajang mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antaranggota Oikumene.
Usai pelaksanaan ibadah, para pengurus Oikumene melaksanakan rapat untuk mempersiapkan rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Rapat membahas berbagai agenda yang akan melibatkan para anggota dalam kegiatan yang bersifat kebersamaan dan mempererat persatuan. Persiapan tersebut diharapkan dapat berjalan dengan baik sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana secara lancar.
Melalui pelayanan ibadah dan pembinaan yang berkesinambungan, Kementerian Agama Kota Medan terus menghadirkan layanan keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga lanjut usia. Kehadiran penyuluh agama di tengah jemaat diharapkan mampu memberikan penguatan spiritual sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian. Dengan demikian, para lansia dapat terus menjalani kehidupan yang penuh pengharapan, menjadi teladan dalam iman, serta tetap aktif berkontribusi di lingkungan gereja dan masyarakat.***







