Gubernur Tabo Lepas Bantuan Sukarela ASN Papeg untuk Masyarakat Kuyawage dan Nduga Barat

Redaksi | News
oleh

WAMENA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan menyalurkan bantuan bahan makanan berupa sayur, umbi-umbian serta susu bayi dan ibu hamil  untuk masyarakat terdampak bencana kekeringan, kelaparan dan hujan es di Kuyawage Kabupaten Lanny Jaya serta Kabupaten Nduga.

Bantuan tersebut merupakan sumbangan sukarela dari seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Papua Pegunungan. Bantuan dilepas secara resmi oleh Gubernur Papua Pegunungan John Tabo di Wamena, Kamis (10/09/2026) di Wamena.

“Seluruh OPD, ASN mengumpulkan sumbangan ubi, sayur-mayur, supermie, susu bayi, susu ibu hamil. Ini sumbangan sukarela dari seluruh pegawai negeri yang bekerja di Provinsi Papua Pegunungan, pimpinan Sekda, asisten dan semua OPD,” ujar Gubernur Tabo, Kamis pagi.

Bantuan tersebut akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana di Distrik Kuyawage, dan Goa Balim, Kabupaten Lanny Jaya serta kabupaten Nduga.

Menurut Gubernur, bantuan dari pemerintah pusat berupa beras telah diterima masyarakat. Namun warga masih membutuhkan makanan lokal seperti ubi dan sayur-mayur karena seluruh tanaman rusak akibat embun beku dan hujan es.

“Karena sayur-mayur semua kekeringan, embun es turun di sana. Semua tanaman terbakar dan jadi busuk,” katanya.

Tabo mengungkapkan, dirinya pernah menangani kejadian serupa pada tahun 1990-an saat masih menjadi kepala pos pemerintahan di wilayah tersebut. Kondisi sulit pangan bisa berlangsung hingga enam bulan.

“Memang hampir enam bulan mereka mengalami kesulitan makanan, terlebih sayur-mayur dan ubi,” ujarnya.

Untuk penyaluran, Pemprov akan menggunakan pesawat perintis MAF dan jalur darat. Gubernur menugaskan Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Koperasi, Kepala BPBD dan Kepala Biro terkait untuk mengantar langsung bantuan ke Kuyawage.

“Besok akan diberangkatkan lewat pesawat MAF dan sebagian dengan kendaraan darat. Kami tugaskan untuk membawa bantuan ini dan menyerahkan kepada orang tua kami yang ada di Kuyawage,” kata Tabo.

Ia berpesan agar bantuan tersebut tidak dilihat dari nilainya, melainkan sebagai wujud kebersamaan pemerintah dengan masyarakat.

“Jangan lihat dari nilai besar sedikitnya, tetapi kebersamaan kami. Kami terus akan melakukan upaya pencegahan,” ucapnya.

Tahap selanjutnya, Pemprov Papua Pegunungan akan mendistribusikan bibit ubi untuk program pemulihan. Namun penanaman baru dapat dilakukan 2-3 bulan ke depan setelah racun akibat embun beku di dalam tanah hilang.

“Tanah masih ada racun, kalau ditanam sekarang akan mati. Mungkin 2-3 bulan lagi baru kita bawa bibit untuk ditanam,” pungkas Gubernur John Tabo.

No More Posts Available.

No more pages to load.