NIHMEDAM.COM – Hampir setiap tahun, banjir melanda rumah penduduk di tepi Sungai Deli, terutama di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara. Lebih dari 200 rumah warga terendam air hingga kedalaman 3 meter. Ratusan kepala keluarga yang bermukim di sana merasakan kesulitan, tak nyaman, bahkan trauma berkepanjangan, termasuk saat banjir besar melanda Kota Medan pada November 2025.
Banjir besar yang melanda Lingkungan XVIII, pada Kamis (27/11/2025) lalu mengakibatkan 180 rumah rusak parah, karena tenggelam. Saat itu, puluhan warga yang tidak sempat keluar rumah sebelum banjir dievakuasi menggunakan perahu karet. Proses penyelamatan pun tidak mudah dan menghabiskan waktu lebih dari delapan jam, dimulai dari pagi hari hingga sore hari.
Selain kondisi air yang tingginya mencapai lima meter, posisi warga yang akan dievakuasi juga tersebar. Saat itu, 85.000 orang yang tersebar di 21 kecamatan terdampak banjir. Bencana saat itu juga mengakibatkan tujuh korban jiwa. Trauma banjir November lalu itu masih tersimpan di benak Halimah (44), salah satu warga Kampung Baru saat Sungai Deli meluap pada Senin (24/8/2026) pukul 23.00 WIB. Luapan itu memang tidak seperti sebelumnya, tetapi itu jelas membuat dia, suami dan anaknya tidak ingin seperti tahun lalu, terjebak banjir berjam-jam di dalam rumah.
Tadi malam, kata Halimah, mereka bergegas menyelamatkan sejumlah barang agar tidak terendam banjir, memindahkan pakaian, dan perabot ke lantai dua rumah setelah mendengar air mulai memasuki permukiman. “Jam 10 malam air dari sungai sudah sampai ke halaman, kami langsung menaikkan barang-barang ke lantai dua,” ucap Halimah sembari menunjukkan tangga menuju lantai dua saat ditemui di rumahnya yang tidak jauh dari Sungai Deli. Dia mengatakan, sungai tersebut meluap karena banjir di hulu, sedangkan di lingkungannya hujan hanya sebentar turun.
Khawatir, Halimah dan keluarganya pun istirahat di atas dengan harapan debit air tak bertambah.***






